Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026 karena Ditolak Masuk AS, Wasit Somalia Tetap Digaji Penuh FIFA

icon situs berita progres
omar artan
Omar Artan (Foto: BBC)

KEPAHIANG.PROGRES.ID – Nasib kurang beruntung dialami wasit asal Somalia, Omar Artan, yang gagal menjalankan tugasnya di Piala Dunia 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat. Meski demikian, FIFA dikabarkan tetap akan memberikan seluruh hak pembayaran yang seharusnya diterimanya selama turnamen berlangsung.

Kabar tersebut diungkapkan jurnalis ESPN, Mark Ogden. Menurut laporan itu, Artan akan tetap memperoleh kompensasi penuh meskipun tidak dapat memimpin pertandingan akibat kendala imigrasi.

Artan tiba di Miami pada awal bulan ini dengan harapan menjadi bagian dari sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang bertugas di ajang Piala Dunia. Namun, impian tersebut kandas setelah petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) menolak izinnya untuk memasuki negara tersebut.

Pihak berwenang AS menyatakan bahwa Artan dianggap tidak memenuhi syarat masuk setelah melalui proses pemeriksaan keamanan. Seorang pejabat Amerika Serikat menyebut penolakan itu berkaitan dengan dugaan hubungan dengan individu yang dicurigai terkait organisasi teroris.

Kasus ini terjadi di tengah kebijakan imigrasi ketat pemerintahan Presiden AS, Donald Trump. Somalia termasuk dalam daftar puluhan negara yang warganya menghadapi pembatasan masuk ke Amerika Serikat berdasarkan aturan tersebut.

Hingga kini belum diketahui berapa banyak pertandingan yang seharusnya dipimpin Artan selama Piala Dunia 2026. Karena itu, nilai pasti kompensasi yang akan diterimanya juga belum diumumkan. Namun ESPN melaporkan bahwa FIFA akan tetap memenuhi seluruh kewajiban finansialnya kepada sang wasit.

Bagi Artan, kegagalan tampil di Piala Dunia menjadi pukulan berat. Wasit berusia 34 tahun itu tengah berada di puncak karier setelah dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik Afrika tahun 2025.

Meski gagal tampil di panggung terbesar sepak bola dunia, reputasi Artan tetap mendapat pengakuan internasional. Ia bahkan telah ditunjuk untuk memimpin laga final Piala Super UEFA yang mempertemukan Paris Saint-Germain dan Aston Villa di Austria pada Agustus mendatang.

Dalam wawancara dengan The New York Times pekan lalu, Artan mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut.

“Saya sangat kecewa. Saya hanyalah seorang wasit yang berusaha mewujudkan impian terbesar dalam hidup saya, yaitu tampil di Piala Dunia,” ujarnya.

Setelah kembali ke ibu kota Somalia, Mogadishu, Artan disambut ribuan warga yang memberikan dukungan kepadanya. Sambutan hangat itu menjadi penghiburan di tengah kekecewaan yang ia rasakan.

Meski gagal tampil di Piala Dunia 2026, Artan belum menyerah. Ia bertekad kembali mengejar mimpinya dan berharap dapat bertugas pada Piala Dunia 2030 yang akan digelar di tiga negara, yakni Spanyol, Portugal, dan Maroko.

Bagi Artan, perjalanan menuju panggung tertinggi sepak bola dunia memang tertunda, tetapi belum berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *