KEPAHIANG.PROGRES.ID – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah bersiap menggelar agenda nasional penting bagi pendidik madrasah. Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) 2025 dijadwalkan berlangsung pada 22–23 Desember 2025.
Kepastian pelaksanaan tersebut tertuang dalam surat resmi Direktorat GTK Madrasah Nomor B-649/Dt.I.II/HM/12/2025 tertanggal 17 Desember 2025. Program ini wajib dipahami oleh guru, kepala madrasah, serta pengawas madrasah yang terdaftar sebagai peserta.
Apa Itu AKGTK Kemenag 2025?
AKGTK Kemenag 2025 merupakan asesmen nasional yang dirancang untuk mengukur dan memetakan kompetensi tenaga pendidik madrasah secara menyeluruh. Program ini mencakup guru madrasah, kepala madrasah, dan pengawas madrasah di seluruh Indonesia.
Berbeda dengan Uji Kompetensi Guru (UKG) sebelumnya, AKGTK memiliki fungsi yang lebih strategis. Asesmen ini tidak hanya menilai kemampuan individu, tetapi juga menjadi dasar perencanaan pembinaan, peningkatan mutu pendidikan, serta pengambilan kebijakan berbasis data di lingkungan madrasah.
Empat aspek utama yang diukur dalam AKGTK 2025 meliputi:
- Kompetensi Pedagogik, yakni kemampuan mengelola pembelajaran, memahami karakteristik peserta didik, menyusun perencanaan, dan melakukan evaluasi hasil belajar.
- Kompetensi Profesional, yang menilai penguasaan materi sesuai bidang ajar serta kemampuan mengembangkan pembelajaran secara kontekstual.
- Kompetensi Kepribadian, mencakup integritas, tanggung jawab, keteladanan, dan etika profesi pendidik.
- Kompetensi Sosial, meliputi kemampuan komunikasi, kerja sama, dan adaptasi di lingkungan pendidikan serta masyarakat.
Hasil AKGTK akan digunakan sebagai dasar penyusunan program pelatihan berbasis kebutuhan dan penguatan kualitas pendidikan madrasah secara berkelanjutan. Program ini sebelumnya terakhir dilaksanakan pada Juni 2024.
Jadwal Pelaksanaan AKGTK Kemenag 2025
AKGTK 2025 akan berlangsung selama dua hari dengan pembagian sesi berdasarkan rumpun mata pelajaran dan jabatan.
Hari Pertama – Senin, 22 Desember 2025
- 07.00–08.30 WIB: Akidah Akhlak dan Al-Qur’an Hadis
- 09.00–10.30 WIB: Bahasa Arab dan Bahasa Inggris
- 11.00–12.30 WIB: IPA, IPS, dan Biologi
- 13.00–14.30 WIB: Sejarah, Kepala Madrasah, dan Pengawas Madrasah
Hari Kedua – Selasa, 23 Desember 2025
- 07.00–09.00 WIB: Matematika, Fisika, dan Kimia
- 09.30–11.00 WIB: Literasi, Numerasi, dan Sains (khusus Guru Kelas MI)
- 11.30–13.00 WIB: Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi
- 13.30–15.00 WIB: Fikih dan Sejarah Kebudayaan Islam
Peserta di wilayah WITA dan WIT wajib menyesuaikan waktu pelaksanaan sesuai zona masing-masing. Informasi detail jadwal per individu dapat diakses melalui akun EMIS GTK mulai 19 Desember 2025.
Teknis Pelaksanaan AKGTK 2025
AKGTK Kemenag 2025 dilaksanakan sepenuhnya secara daring menggunakan platform resmi Kementerian Agama.
Langkah Akses AKGTK:
- Buka browser di komputer atau laptop.
- Akses laman resmi https://akgtk.kemenag.go.id.
- Login menggunakan akun EMIS GTK.
- Ikuti petunjuk sistem untuk memulai asesmen.
- Kerjakan soal sesuai waktu yang telah ditentukan.
- Pastikan koneksi internet stabil hingga asesmen selesai.
Persiapan Teknis Peserta
Peserta diimbau memastikan perangkat dalam kondisi optimal. Gunakan komputer atau laptop yang memadai, browser versi terbaru, serta jaringan internet yang stabil. Disarankan melakukan uji coba akses platform sebelum hari pelaksanaan untuk menghindari kendala teknis.
Informasi tambahan seperti kartu ujian, titik akses jika ditentukan daerah, serta panduan teknis lainnya dapat diakses melalui akun EMIS GTK masing-masing mulai 19 Desember 2025.
Metode asesmen AKGTK 2025 mencakup tes tertulis pilihan ganda dan esai, simulasi pembelajaran, penilaian portofolio kinerja profesional, serta wawancara terbatas untuk menggali pemahaman peserta secara mendalam.
Kementerian Agama mengimbau seluruh guru, kepala madrasah, dan pengawas madrasah agar tidak melewatkan AKGTK 2025, mengingat hasil asesmen ini menjadi bagian penting dalam pengembangan karier dan peningkatan profesionalisme pendidik madrasah. ***







