KEPAHIANG.PROGRES.ID – Bayangkan jika seorang korban perundungan tiba-tiba menjadi sosok paling berkuasa di sekolah — bukan karena prestasi atau kekuatan, melainkan karena bisnis gelap yang tak disangka-sangka. Premis itulah yang diangkat dalam film Korea terbaru berjudul Usury Academy, sebuah drama yang menggabungkan unsur sosial, moralitas, dan ketegangan psikologis remaja.
Film ini dibintangi oleh jajaran aktor muda populer Korea Selatan seperti Yoo Seonho, Kang Mina, Yoo In Soo, dan Lee Il Jun, yang masing-masing menghadirkan karakter dengan dinamika kuat dan penuh emosi.
Alur Cerita Usury Academy
Tokoh utama dalam film ini adalah Gang Jin (diperankan oleh Yoo Seonho), seorang siswa miskin yang selama ini menjadi korban perundungan oleh Nam Young (Yoo In Soo), murid kaya yang memegang kendali atas hierarki sosial sekolah.
Namun, kehidupan Gang Jin berubah drastis ketika ia tanpa sengaja menemukan uang milik kelompok gangster. Tak lama kemudian, Nam Young mencuri uang tersebut — dan dari sinilah posisi mereka mulai berbalik.
Gang Jin akhirnya direkrut oleh sang gangster untuk menjadi rentenir muda, menjalankan bisnis pinjaman uang di lingkungan sekolah. Perlahan tapi pasti, ia naik ke puncak kekuasaan, menggantikan Nam Young sebagai sosok yang paling ditakuti dan dihormati.
Namun kekuasaan itu datang dengan harga yang mahal. Di tengah tekanan, konflik batin, dan ancaman dari dunia bawah tanah, Gang Jin mulai kehilangan arah antara keadilan dan keserakahan.
Ulasan dan Analisis Film
Secara konsep, Usury Academy menghadirkan premis yang unik — kisah tentang korban perundungan yang berubah menjadi predator melalui sistem ekonomi gelap. Ide segar ini jarang muncul dalam film bertema remaja Korea, sehingga memberikan perspektif baru tentang kekuasaan dan moralitas di dunia pendidikan.
Namun, meski ceritanya menarik, pengembangan plot terasa agak datar di beberapa bagian. Visual film ini juga terbilang sederhana, dengan tata sinematografi yang kurang mencolok. Desain karakter Gang Jin yang terlalu klasik sebagai korban perundungan membuatnya terlihat kurang menonjol di awal.
Meski begitu, akting para pemain tergolong solid. Mereka berhasil membawakan dialog dan ekspresi dengan natural, meski chemistry antar karakter masih terasa kaku. Kelemahan tersebut tertutupi oleh konflik moral dan psikologis yang cukup menarik untuk diikuti hingga akhir.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Usury Academy adalah tontonan yang menarik bagi kamu yang menyukai drama remaja dengan nuansa gelap dan pesan moral yang kuat. Film ini menggambarkan bagaimana kekuasaan dapat mengubah seseorang — bahkan mereka yang dulunya menjadi korban.
Meskipun tidak sempurna dari segi produksi, Usury Academy tetap layak untuk masuk daftar tontonan kamu di waktu senggang. Pastikan menontonnya di platform streaming resmi agar tetap mendukung industri film Korea!











